Tuesday, May 8, 2018

Sejarah Singkat


SEJARAH SINGKAT PENDIDIKAN PERTANIAN DI SMKN PERTANIAN KARAWANG

Pendidikan formal pertanian di Indonesia dimulai pada tahun 1877 dengan berdirinya Cultuur School yang berjalan hanya sampai tahun 1884.  Kemudian dibuka Land en Tuinbouw Cursus pada tahun 1903, yang ditingkatkan menjadi Middelbare Landbouw School (MLS) pada tahun 1913 di Bogor.  Di masa pendudukan Jepang (1942) berubah namanya menjadi Sekolah Pertanian Menengah tinggi (SPMT) sampai masa awal kemerdekaan, kemudian menjadi Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) sejak tahun 1950.

Sampai dengan tahun 1938 di MLS Bogor pada tahun ketiga diberikan ilmu-ilmu kehutanan bagi calon-calon pegawai  Jawatan Kehutanan.  Sejak 1938 berdiri Sekolah Kehutanan Menengah (Middelbare Boschbouw School = MBS) di Madiun, yang pada tahun 1944 berganti nama menjadi Sekolah Kehutanan Menengah Tinggi (SKMT) dan akhirnya menjadi Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA).  Pada kurun waktu 1945-1950 berdiri pula SKMA di Bogor, yang pada tahun 1981 ditutup kemudian dijadikan Balai Latihan Kehutanan.  Pada Tahun 1981 didirikan SKMA di Samarinda dan di Kadipaten.  Tahun 1984 seluruh SKMA dialihkan ke Departemen Kehutanan.

Pada masa pendudukan Jepang, pendidikan formal perikanan laut dibuka di Tegal, yang merupakan cikal bakal Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Penangkapan Ikan dan Mesin Perikanan.  Pada Tahun 1958 berdiri Sekolah Perikanan Darat Menengah Atas (SPDMA) di Bogor, yang sebelumnya sudah diawali dengan berdirinya Sekolah Usaha Perikanan Darat di Llampung. SPDMA pada tahun 1972 berubah namanya menyadi SUPM Budidaya.

Pendidikan formal peternakan tingkat menengah diawali di Yogyakarta tahun 1952 dengan nama Sekolah Kehewanan menengah Atas (SKMA), kemudian pindah ke Malang pada tahun 1953.  Pada tahun 1954 berdiri pula Sekolah Pengamat Kehewanan (SPK) setingkat SLTP di Bogor.  Selanjutnya SKMA di Malang dan di Bogor berganti nama menjadi Sekolah Peternakan Menengah Atas (SNAKMA).

Sebelum perang Dunia II di Indonesia hanya terdapat sebuah Sekolah Pertanian Tingkat Menengah (MLS) di Bogor yang kemudian menjadi SPMT.  Pada tahun 1944 bertambah dengan SPMT di Malang, yang sebelumnya adalah Cultuur School.  Dalam kurun waktu 1945-1950 berdiri pula 3 SPMT lagi, di Yogyakarta, Padang dan Ujung Pandang.  Sampai dengan tahun 70-an telah berdiri 11 SPMA Negeri.  Disamping SPMA Negeri, sejak tahun 60-an berdiri pula SPMA Daerah dan SPMA Swasta, salah satunya pada tahun 1965 Jawatan Pertanian Karawang mendirikan Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Daerah Karawang.

Sebelum tahun 1975 SPMA, SUPM dan SNAKMA masing-masing berada di bawah Direktorat Jenderal Pertanian, Perikanan dan Peternakan.  Mulai tahun 1975 berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor : 136/Kpts/4/1975, unit-unit pendidikan di lingkungan Departemen Pertanian berada di bawah binaan Badan Pendidikan, Latihan dan Penyuluhan Pertanian (Badan Diklatluh Pertanian).  Peralihan pembinaan ini juga diiringi dengan pemberian corak SPMA, SUPM dan SNAKMA menjadi  Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP).  Sampai tahun 1989 di seluruh Indonesia terdapat 30 SPP Negeri, 85 SPP Daerah, dan 107 SPP Swasta. Sejalan dengan berlakunya UU Sistem Pendidikan Nasional maka pada tahun 2011 berdasarkan SK Bupati Karawang Nomor : 421.3/Kep.1024-Huk/2011 tanggal 30 Desember 2011, SPP-SPMA Karawang berubah nama menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Pertanian (SMKN Pertanian) Karawang, yang diikuti dengan perubahan kewenangan penyelenggaraan dari Kementerian Pertanian ke Kementerian Pendidikan cq Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Karawang.
Share:

Copyright © SMKN Pertanian Karawang